Koordinasi Peran Orang Tua dan Sekolah dalam Proses Belajar Anak Tuna Rungu

Keywords: koordinasi, peran, orang tua, guru, sekolah, terapis, belajar, terapi wicara, auditori verbal, tuna rungu / tunarungu

Kendala Ellen

Peran guru

Tim PP

Teman

Orang tua

Memahami percakapan di kelas Memberi tahu orang tua materi harian, kalau bisa >1 hari sebelumnya (untuk mencari gambar yg sulit diperoleh)

• Menyiapkan Ellen sebelumnya• Mengulang lagi sesudahnya
Memahami instruksi guru Guru pendamping mengulang dengan bicara dekat telinga, volume normal, kalimat pendek, pointnya saja

jika belum mengerti:

• dengan gerakan tangan

• ditulis di buku catatan

Melatih di rumah sesuai catatan dari guru
Memahami pembicaraan teman

Berbicara secara biasa (bertatap muka)

jika blm mengerti:

dengan gerakan tangan

Mengajar Ellen menjawab pertanyaan/ mengucapkan sesuatu Berbicara dekat telingajika Ellen sulit mengucapkan:• dibantu dengan Ellen melihat gerakan mulut• ditulis di buku catatan

Melatih di rumah sesuai catatan dari guru
Pengucapan belum jelas Membetulkan pengucapan dgn teknik2 terapi wicara • Memberi masukan pada tim PP mengenai kata-kata baru yang sudah dimengerti Ellen, untuk dibetulkan pengucapannya• Membantu follow up dengan teknik auditori verbal
Keterbatasan vocab

Menguji pemahaman berdasarkan laporan berkala dari orang tua

• Memasok kosa kata2 baru dengan teknik auditori verbal, terutama yang sedang jadi materi di kelas

• Melaporkan pada tim PP secara berkala (mingguan)

Ke Halaman Depan

Tags: , , , , , , , ,

10 Responses to “Koordinasi Peran Orang Tua dan Sekolah dalam Proses Belajar Anak Tuna Rungu”

  1. roza Says:

    Terimakasih buat blognya, kalau saja sebagai sesama orang tua kita bisa berbagi pengalaman dan ilmu. Jadi anak kita bisa lebih jauh lagi melangkah dan lebih baik. saya juga memiliki anak dengan status profound skarang berusia 6 thn. salam kenal

  2. nur kurnia Says:

    salam kenal, kalau bisa kita sering berbagi informasi tentang tuna rungu, saya tunggu!, o.. ya saya ada satu pertanyaan : bagaimana melatih anak tunarungu supaya susunan kalimat yang dia katakan, tersusun dengan baik.?. terimakasih.

  3. yefvie Says:

    Salam kenal juga bu roza dan bu nur, (maaf jarang online) mudah2an kita bisa saling berbagi utk kemajuan anak kita. Anak saya profound: kanan 90dB kiri 120dB. Kami sudah melalui perjalanan yg sangat panjang (mentok sana mentok sini) utk bisa saat ini sampai di (yg kami yakini sbg) “jalur yg benar”. Saya rencana akan tuliskan juga pengalaman tsb biar para orang tua yg lain kalau bisa tidak usah mentok sana sini dulu utk bisa menemukan jalur penanganan yg sesuai utk anaknya masing2.
    Utk pertanyaan bu nur, sebenarnya saya bukan ahlinya. Anak saya sendiri masih pada tahap dimana susunan kalimatnya masih belum baik. Misalnya saat papanya nonton tv, ellen bilang “papa, nonton, el mau” (maksudnya: papa, ellen mau nonton), saya pikir that’s fine: bahwa dia sudah berusaha berkomunikasi secara verbal (tidak hanya tunjuk jari). Kami biasanya sambut dg baik sambil menyebutkan urutan yg baik “o ya… ellen mau nonton”. Mudah2an dgn diulang-ulang begitu suatu saat ia akan bisa memperbaiki susunan kalimat dg baik.
    Pd prinsipnya kami berusaha menunjukkan apresiasi kami atas usaha si anak utk berkomunikasi secara verbal (jangan sampai ter-discourage krn pengucapan kata yg blm bagus atau krn susunan kalimat yg blm baik), sambil pelan2 (dan berulang-ulang) menyebutkan pengucapan yg seharusnya…

  4. ATO (ariesta) Says:

    Hei Ibu,,, mau ikutan sharing juga nih… Memang kendala anak tuna rungu biasanya susunan kalimatnya ngaco, asal sampe ajah maksudnya. Tugas kita sebagai ortu memperbaiki. Kalo anak saya mengucapkan kalimat yg susunannya salah, saya perbaiki dan saya suruh dia utk mengulang kalimat yg benar. Itu berlaku setiap kali dia berkata dengan susunan kalimat atau artikulasinya ngasal. Kalo lagi ga mood mengulang ya biarkan saja, karena pastinya dia merasa, kok setiap kata yg diucapkan selalu salah… ksian juga kan. Saya juga kasih tau kenapa dia harus bicara jelas & benar. Karena supaya orang yg diajak bicara tau dan paham apa yg diucapkan dan teman2 tidak mentertawakan dia. Namanya anak kecil kan, biasanya mereka belum paham kalo si anak ini mengalami gangguan pendengaran. Jadi intinya perbaikan terus setiap hari.

  5. yefvie Says:

    Senang ada yang bergabung… Mengenai susunan kalimat (dan jg kejelasan pengucapan/lafal), anak2 normal pun sering kali tidak langsung bisa bagus juga. jadi jangan kuatir dan terus berusaha🙂

  6. gradien Says:

    bpk/ibu yang hendak menulis komentar silakan di blog http://tunarungu.wordpress.com — papa ellen

  7. zumroh Says:

    Hallo ibu,
    saya mengajar praktik di salah satu smk, di sana saya punya siswi 2 orang yang tuna rungu, minat belajarnya ada tapi kemampuan komunikasi dengan temannya agak terkendala sehingga sering terlambat dalam membuat tugas2, ada gak tips2 nya untuk lebih bisa mengerti dan memahami karakteristik anak tuna rungu ini. terima kasih ibu…

  8. papa ellen Says:

    silakan lihat reply di http://tunarungu.wordpress.com

  9. Tunarungu « SLB Karangampel Indramayu Says:

    […] Tags:auditori verbal, guru, orang tua, peran, sekolah, terapi wicara, terapis, Tuna rungu, tunarungu Posted in Tuna rungu | 8 Comments » […]

  10. CATATAN KHUSUS: MELAYANI MURID TUNA RUNGU 2 « BAHAN SEKOLAH MINGGU Says:

    […] Koordinasi Peran Orang Tua dan Sekolah dalam Proses Belajar Anak Tuna Rungu […]

Comments are closed.


%d bloggers like this: