Terapi Terpadu Untuk Anak Tuna Rungu



Topik Tuna Rungu pindah ke http://tunarungu.wordpress.com


Keywords: terapi mendengar / terapi dengar, auditory verbal therapy / terapi auditori verbal, auditory oral therapy, AVT / TAV, terapi wicara, implan koklea / cochlea implant, alat bantu dengar / ABD, komunikasi, tunarungu

Banyak yang mau ditulis, tapi masih repot sama si baby. Tapi kemarin harus nulis buat pihak sekolah si kakak, jelasin beberapa hal. Ini menyangkut komunikasi si kakak, Ellen (6 tahun), yang tuna rungu tapi kami masukkan sekolah umum. Sekaligus berbagi informasi di sini, kalau-kalau berguna. Tulisan terkait akan menyusul (silakan lihat di Recent Posts).

Prinsip Dasar Terapi Ellen
(Terapi terpadu = terapi mendengar + terapi wicara)

1. Mendengar melalui telinga yang dibantu ABD, bukan karena melihat gerakan tangan atau gerakan mulut.

2. Keterbatasan si anak dalam merespon pembicaraan kita adalah karena belum mengerti kata/kalimat yang didengar (keterbatasan kosa kata, karena baru mulai mendengar selama 2 tahun), sehingga perlu dibantu dengan gambar/gerakan tangan. Tetapi bantuan inipun sifatnya hanya sesaat dalam rangka memasok kata baru, setelah kata tersebut dimengerti, bantuan visual dihilangkan.

3. Karena itu yang penting adalah memasok kosa kata ke telinga Ellen, tanpa menuntut dia segera/langsung dapat mengerti apalagi mengucapkan. John Tracy Clinic menuliskan: untuk dapat mengerti suatu kata si anak harus mendengar 100 kali, untuk dapat mengucapkan ia harus mendengar 1000 kali. Jadi sejak Ellen memakai ABD kami konsentrasi memasok dan memasok kata ke telinganya (saat bercakap-cakap normal, maupun saat spesifik mengajarkan kata-kata baru).

4. Teknik berbicara adalah dengan volume suara normal di dekat telinganya. Hal ini bertujuan agar suluruh konsonan dapat ditangkap. Bicara pada jarak yang lebih jauh dengan suara keras (berteriak) menyebabkan yang ditangkap hanya vokal saja.

5. Kami telah menerapkan point 1-4 selama 1 tahun dan telah terbukti menunjukkan hasil yang baik. Pada akhir tahun pertama, dia baru memiliki bahasa reseptif (paham beberapa kata yang kami ucapkan tanpa dia melihat gerak bibir, tapi dia belum bisa mengucapkannya), lalu setelah itu mulai muncul kata-kata pertamanya (walau pengucapan tidak sempurna, tetapi konsisten), dan langsung disusul dengan kata-kata berikutnya. Metode ini biasa disebut teknik auditory verbal. Ini yang kami terapkan…

6. Kendala yang muncul adalah pengucapan yang masih sangat lemah, karena itulah atas saran John Tracy Clinic kemudian Ellen dibantu terapi wicara (di suatu RS). Terapis wicara membantu membentuk pengucapan Ellen dengan teknik terapi wicara terhadap kata-kata yang sudah dimengerti Ellen tetapi belum bagus pengucapannya. Walaupun hanya 4 bulan (terpaksa quit karena tidak tertampung jadwal baru mereka yang hanya pagi–siang), pola ini telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Metode auditory verbal + terapi wicara ini biasa disebut auditory oral. Ini yang kami lanjut-terapkan saat ini (dengan bantuan terapis wicara di sekolah).

Catatan:
– Penelitian modern menyatakan hampir semua anak tuna rungu masih punya sisa pendengaran (tidak 100% tuli). Sisa pendengaran ini dapat dioptimalkan dengan bantuan alat bantu dengar (ABD, walaupun tidak secanggih implan koklea).
– Tetapi memakai ABD tidak sama dengan orang memakai kaca mata, yang langsung bisa melihat dengan lebih jelas. Karena respon atas stimuli visual adalah langsung, sedangkan respon atas stimuli auditori adalah melalui tahap pemahaman/interpretasi dulu. Untuk mencapai tahap pemahaman yang penting adalah harus sering mendengar dan mendengar, dengan pengucapan yang jelas, kalimat pendek, dan jika perlu disertai bantuan visual: gambar & gerakan tangan (kadang tanpa bantuan akan sulit anak memahami kata-kata baru, mirip kita nonton film berbahasa asing dimana kita mendengar pemain berbicara cas-cis-cus tanpa kita menangkap artinya). Tetapi bantuan itu perlahan dihilangkan, sehingga nantinya hanya akan berkomunikasi secara verbal.
(by: mama Ellen, edited by papa Ellen)

11 Responses to “Terapi Terpadu Untuk Anak Tuna Rungu”

  1. roza Says:

    Kalau boleh saya tahu berapa gangguan yang diderita ellen. bagaimana perkembangannya di sekolah umum dalam hal pelajaran dan interaksi dengan teman-temannya. kami tunggu cerita tentang ellen selanjutnya.

  2. yefvie Says:

    Ellen termasuk profound: kanan 90dB kiri 120dB. Kami sudah melalui perjalanan yg sangat panjang (mentok sana mentok sini) utk bisa saat ini sampai di (yg kami yakini sbg) “jalur yg benar”. Saya rencana akan tuliskan juga pengalaman tsb biar para orang tua yg lain kalau bisa tidak usah mentok sana sini dulu utk bisa menemukan jalur penanganan yg sesuai utk anaknya masing2. Mudah2an ada waktu longgar…
    Juga sekalian menuliskan perkembangan ellen selanjutnya, termasuk di sekolah. Silakan anda juga berbagi tips penanganan dan perkembangan anak anda, mudah2an bermanfaat bagi kita semua…

  3. Tantan- guru SLB Says:

    Saya sangat hormat dan terima kasih kepada ibu Yefvie dengan penuturan pengalaman mendampingi Ellen. Hanya saya juga ingin tahu, berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk seorang terapis wicara ? Kebetulan saya seorang guru di SLB B Karnnamanohara, yogyakarta ingin sekali membekali anak-anak seperti llen tapi tak kuat dengan biaya program ATV dan auditory verbalnya.
    Terima kasih.

  4. yefvie Says:

    Beaya sepertinya bervariasi pak. Kalau di sekitar jakarta, terapi wicara 1 jam sekitar 100ribu, biasanya seminggu 2 kali (tapi anak saya terapi wicara gratis di sekolah). Terapi mendengar sekitar 300ribu, seminggu sekali, melibatkan orang tua & anak (prinsipnya, terapis mengajari orang tua agar bisa bertindak sebagai terapis di rumah –karena terapi mendengar pada dasarnya adalah terapi sepanjang hari). Di surabaya sepertinya ada yang jauh lebih murah sekitar 100ribu.
    Bapak bisa search di internet utk contoh2 terapi AVT. Saya & papanya Ellen sebenarnya berencana berbagi di sini tapi belum kesampaian nulis, mudah2an sedikit demi sedikit bisa nulis. O ya blog utk tunarungu pindah ke http://tunarungu.wordpress.com , artikel2 baru akan masuk ke sana.

  5. nani yusita Says:

    saya ikutan sharing ya….anak saya Didan sekarang umurnya 3,5 th dan sudah pakai alat bantu dengar yang analog sejak usianya 1 tahun 7 bulan..terlambat ya? dan udah sekolah di SLB B setahun ini untuk playgroupnya, tapi kosa katanya kok masih minim sekali ya, tapi Didan sering kali saat berkomunikasi dengan kita dia ciptakan bahasa2 isyaratnya sendiri (ciptaan dia sendiri) sehingga dia merasa nyaman saat harus bermain dengan teman2nya yang normal karena dia merasa temanya mengerti. dan Didan sangat canggih banget main komputernya sampai pada tahap program2 bukan game lagi yang dia mainkan. Sebenernya saya juga bingung untuk memilih tempat terapi bicara di surabaya. dan bisa ikutan dong..ato dapetin informasi lebih lanjut tentang terapi terpadu ini, karena saya tertarik sekali……Terima kasih

  6. yefvie Says:

    Utk ibu Nani, trimakasih sharingnya. Di Surabaya ada terapi mendengar, relatif murah, nanti kalau sudah ketemu alamat/telp saya email ke anda.

    (info: topik tunarungu pindah ke blog http://tunarungu.wordpress.com)

  7. nani yusita Says:

    terima kasih atas jawabannya, yang saya tau disurabaya untuk terapi mendengar ada 2 tempat yaitu Aurica dan Jala Puspa biaya terapi per jamnya : Rp. 125.000 untuk Aurica.saya tunggu bila ada informasi lebih lanjut yang bukan 2 tempat itu dengan biaya lebih murah. bulan September depan mungkin saya akan ke Jakarta untuk terapi lilin di Ibu Susana di Tubagus Angke Jakarta Barat , apakah ibu pernah dengar atau mungkin pernah kesana? kalau ya terapi tersebut efektif tidak, saya mohon informasinya untuk terapi tersebut karena biayanya juga tidak murah sekali terapi bisa Rp. 800.000 sdh lkp dengan obat2an dan lilinnya. Terima kasih

  8. yefvie Says:

    Betul yay Aurica, kami pernah ikut seminarnya di Jkt, tahun lalu masih Rp 75.000🙂 selain itu kami tidak tahu.
    Ttg terapi lilin pernah dengar sekilas, tapi tidak tahu detilnya. Biasanya kalau kami diberitahu teman atau kenalan mengenai sesuatu terapi (akupuntur, renang dll), yang pertama kami tanyakan adalah apakah pernah berhasil menangani anak dengan kasus yang sama persis dgn anak kami (tunarungu sejak lahir), daripada buat coba2… tapi mgkn juga ada baiknya dicoba daripada tidak sama sekali? kembali ke kemantapan hati masing2.

  9. tahar priyo Says:

    tolong minta alamat lengkap sekolah terapi wicara terpadu untuk anak tunarungu lokasi di jakarta

  10. ibu.irma Says:

    tolong minta alamat lengkap sekolah terapi wicara terpadu (avt) untuk anak tunarungu lokasi di jakarta, SELAIN DI RSCM

    replay please

  11. yefvie Says:

    silakan lihat di http://tunarungu.wordpress.com

    bpk/ibu yang hendak menulis komentar silakan ke blog di atas, trimakasih — papa mama ellen

Comments are closed.