Keywords: komunikasi, tuna rungu / tunarungu, berbicara, bercakap-cakap, gerak bibir, terapi
Dalam percakapan sehari-hari dengan kata-kata yang sudah “dimengerti” Ellen, bukan ketika sedang terapi atau mengajarkan kata/kalimat baru (maksud “dimengerti”: Ellen sudah paham yang kita maksud, walaupun kadang ia bisa merespon dengan kata-kata dan kadang belum bisa):
kita berbicara secara normal
(sebagaimana bicara dengan semua orang lain)
Karena untuk itulah Ellen dimasukkan ke komunitas umum supaya sedikit demi sedikit belajar sampai suatu saat bisa mengejar ketertinggalannya.
Jadi kami minta pengertian dan kerjasama semua pihak yang terkait dengan kehidupan sehari-hari Ellen (keluarga, pengasuh, guru sekolah, terapis wicara, guru sekolah minggu, teman-teman, tetangga) untuk:
1. Tidak memandang Ellen sebagai anak yang khusus jadi tidak perlu mengajaknya berkomunikasi dengan cara khusus (memperlihatkan gerak bibir, berbicara keras/teriak, bahasa isyarat/gerakan tangan)
2. Memahami keterbatasan komunikasi Ellen karena usia mendengarnya yang baru 2 tahun sehingga belum banyak kosa kata (tetapi perkembangan intelektualnya biasa) dan berbicara secara normal sebagaimana kepada anak yang masih sangat kecil, sambil memberi ruang kepada Ellen untuk mengejar ketertinggalannya.
Point 1 terutama sangat berat. Sulit sekali mengubah paradigma dan persepsi kebanyakan orang terhadap anak tuna rungu: Bahwa anak tuna rungu tidak bisa mendengar, sehingga harus bicara berhadap-hadapan dengan perlihatkan gerak bibir, dengan suara keras/teriak, dengan bantuan isyarat/gerakan tangan.
Syukurlah anggota keluarga di rumah sudah sama pandangan dan menerapkannya. Kalangan lain mudah-mudahan bisa segera menyusul.
Tags: berbicara, gerak bibir, komunikasi, terapi, Tuna rungu, tunarungu
March 27, 2008 at 7:32 am
wah bagus sekali artikelnya
besuk bisa dimuat lebih banyak lagi, kenbetulan saya membutuhkan informasi tentang tuna rungu
June 1, 2008 at 4:54 am
aku anak tuna rungu . kelas 6 . umur nya 12 taon
June 8, 2008 at 7:06 am
mohon informasi lebih banyak lagi. terutama komunitas yang terkait dengan topik ana yang ada disekitar depok-UI. anak saya umum 5th. sekarang memakai alat bantu dengar, saya sekolahkan di TK umum.
mohon dikirim ke email saya msyaibani@gamil.com
June 11, 2008 at 8:26 am
Halo Intan, salam kenal. Terus maju! Bagi-bagi tips buat adik2 tunarungu yang sedang belajar berkomunikasi…
Utk bp/ib msyaibani, kami kurang tahu komunitas sekitar depok-UI.
Mungkin ada netter yang berbagi info kepada ybs silakan langsung via email atau via blog ini…
(info: topik tunarungu pindah ke blog http://tunarungu.wordpress.com,
rencana artikel selanjutnya: memulai terapi mendengar, daftar terapi di jkt & sby)
August 7, 2008 at 10:08 am
wah…wah…aplouse de bwt ni article….
btw ank tunarungu msh da kmgknan bs ngmg g y???
October 9, 2008 at 3:53 am
saya mempunyai seorang putri tunarungu.
kalau boleh, saya mau sedikit bertukar pikiran,
October 16, 2008 at 11:25 am
silakan…
bpk/ibu yang hendak menulis komentar silakan di blog http://tunarungu.wordpress.com — papa ellen
November 23, 2008 at 4:48 am
anak saya Rayyis umur 2,6 tahun. metode apa yg harus saya terapkan agar dia mau sering memakai ABD nya. dan karena saya harus bekerja
apakah ada tempat professional yg bisa bantu. terima kasih
November 27, 2008 at 1:39 am
Bp silakan lihat masalah sejenis di http://tunarungu.wordpress.com/#comment-98
(blog ini sdh pindah sana)
December 3, 2008 at 8:23 am
hy….
tau tempat terapy TUNA RUNGU
di daerah RIAU n sekitar nya.
NOTE>> jika ada yang tahu silakan bagi info langsung di http://tunarungu.wordpress.com/2007/11/22/percakapan-sehari-hari-anak-tuna-rungu/
sementara bisa coba search di http://www.google.com